Home / Kompetisi MasterChef adalah Settingan ?

Kompetisi MasterChef adalah Settingan ?

master chef settingan

Kompetisi MasterChef dikira settingan, berikut klarifikasi ketiga juri Settingan. Dalam tayangan sebuah reality show sering terjadi. Keinginan untuk mendapatkan rating tertinggi dalam kancah pertelevisian menjadi tolak ukur utamanya. Tayangan televisi bisa menjadi buah bibir dalam waktu singkat. Setiap konten acara televisi yang memiliki drama, bumbu-bumbu dalam sebuah perselisihan sangat ditunggu penonton nya.

Salah satu acara yang terkena kecurigaan warganet adalah MasterChef Indonesia. Acara ini merupakan adaptasi dari acara Inggris MasterChef.

Sejak ditanyangkan pada 11 Mei 2011 lalu, acara ini telah memasuki season 7 pada tahun 2020 ini. Dilansir dari YouTube Arnoeld Purnomo, ketiga chef yang menjadi juri MasterChef Indonesia season 7 yaitu chef Arnold, chef Juna dan chef Renata memberikan klarifikasi mereka terkait anggapan MasterChef Indonesia sebagai acara settingan.

Baca Juga :   √ Pabrik Aspal Karet Muba Resmi Beroperasi, Apakah Mampu Mendongkrak Harga Getah Karet ?

“Drama ini normal muncul karena mereka dikarantina. Mereka selalu ketemu dengan orang yang sama setiap hari.”

Mereka memiliki usia yang berbeda dan daerah yang berbeda. Jadi, pasti ada perasaan tidak suka tetapi, mereka tetap harus bertemu,” ujar Chef Renata.

Chef Renata mengatakan bahwa drama bisa terjadi karena mereka berasal dari usia dan daerah yang berbeda.

“Jika kalian masih berpikir acara ini settingan, kalian bisa melihat muka saya. Selama saya berkarir di industri ini, saya tidak pernah ada settingan.

“Kalau ada settingan, saya tidak masuk di acara itu. Saya tidak mau masuk ke acara yang membodohi masyarakat,” kata Chef Juna.

Chef Juna mengatakan bahwa dia melakukan pekerjaannya sebagai juri tanpa settingan. Jika ada peserta yang berbuat curang, peserta itu akan didiskualifikasi.

Baca Juga :   Begini Caranya Cek Kuota Internet Gratis 2021 dari Kemdikbud untuk Operator Telkomsel, XL, Indosat, Tri dan Smartfren!

Nama Yuri, peserta MasterChef Indoensia yang sempat menjadi alasan warganet mencurigai acara ini sebagai settingan. Warganet menanyakan alasan juri mempertahankan Yuri.

Chef Juna dan Chef Renata menjelaskan bertahannya Yuri karena ada peserta yang lebih buruk cara memasaknya dari Yuri. Mereka tidak pernah mempertahankan Yuri dengan maksud tertentu.

“Conclussionnya, apakah acara ini settingan? Jawabannya iya, karena kami sebagai juri mengatur challenge yang diberikan pada peserta dan aturan challenge yang dilakukan,” kata Chef Arnold.

Acara MasterChef Indonesia ini memiliki juri yang mengatur challenge yang diberikan ke peserta dan aturan yang harus dijalani.

Baca Juga :   Begini Caranya Chat Whatsapp Dapat dihubungkan Dengan Instagram

Ketiga juri mengatakan bahwa acara MasterChef Indonssia ini merupakan acara televisi yang pastinya memiliki efek musik untuk mendramatiskan kejadian saat acara berlangsung.

Tanggung jawab terkait konten musik yang dramatisir di luar juri karena mereka hanya berperan sebagai orang depan layar.

Berdasarkan klarifikasi yang diberikan ketiga juri, acara MasterChef Indonesia ini merupakan acara masak-masak yang menjadikan mereka sebagai juri. Mereka memiliki tugas untuk menilai dan mengeliminiasi peserta.

Sementara, drama di MasterChef Indoensia terjadi secara alami karena kondisi peserta yang berasal dari usia dan daerah yang berbeda dan bukan settingan yang dibuat oleh televisi.

Nah begitu kiranya klarifikasi dari tiga juri MasterChef, apakah anda tetap mengira ini settingan? Kembali lagi pada penonton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.